Desain taman pada 2026 melanjutkan arah yang lebih alami, ramah ekosistem, dan efisien air. Ruang luar diperlakukan sebagai bagian penting hunian — tempat hidup, bukan sekadar penghias.
Selaras Alam dan Fungsional
Penggunaan tanaman lokal yang hemat perawatan, taman yang ramah serangga penyerbuk, kebun pangan (edible garden), serta pengelolaan air yang bijak menjadi tren. Tampilan taman pun bergeser dari yang serba rapi ke gaya yang lebih alami dan lembut.
Untuk Indonesia yang subur, potensi lanskap sangat besar. Pilih tanaman lokal, terapkan panen air hujan, dan rancang taman sebagai ruang hidup yang sejuk, indah, dan berkelanjutan.
Disarikan & ditulis ulang oleh redaksi RenovAsik dari berbagai sumber & laporan industri global.
