Seiring meningkatnya kesadaran lingkungan, sertifikasi bangunan hijau makin relevan di Indonesia. Greenship, yang dikembangkan Green Building Council Indonesia, menjadi tolok ukur lokal untuk menilai seberapa ramah lingkungan sebuah bangunan.

Menilai Efisiensi Secara Menyeluruh

Greenship menilai aspek seperti efisiensi energi dan air, kualitas udara dalam ruang, pemilihan material, serta pengelolaan lingkungan tapak. Bangunan bersertifikat cenderung lebih hemat operasional dan lebih sehat bagi penghuninya.

Meski sertifikasi formal lebih umum pada proyek komersial, prinsipnya berharga untuk hunian: hemat energi-air, material bertanggung jawab, dan udara yang sehat. Menerapkan kriteria ini sudah merupakan langkah nyata menuju rumah yang lebih hijau.

Disarikan & ditulis ulang oleh redaksi RenovAsik dari berbagai sumber & laporan industri global.