Dari sekian banyak gaya yang naik daun secara global, Japandi termasuk yang paling bertahan. Namanya merupakan peleburan dua filosofi: estetika Jepang yang menjunjung kesederhanaan dan ketidaksempurnaan, serta desain Skandinavia yang mengutamakan kenyamanan dan fungsi. Hasilnya adalah ruang yang tenang, hangat, dan jauh dari kesan berlebihan.

Prinsip yang Menyatukan

Keduanya berbagi keyakinan yang sama: lebih sedikit justru lebih baik. Japandi mengandalkan garis yang bersih, perabot rendah, serta palet warna netral yang dihangatkan oleh material alami seperti kayu, bambu, linen, dan keramik buatan tangan. Filosofi wabi-sabi dari Jepang menghargai keindahan dalam kesederhanaan dan jejak waktu, sementara konsep hygge dari Skandinavia menekankan kenyamanan dan kehangatan.

Menerapkan di Rumah

Kunci Japandi adalah disiplin dalam memilih. Setiap benda harus memiliki fungsi atau makna, sehingga ruang terasa lapang dan tidak penuh sesak. Utamakan kualitas dibanding kuantitas, pilih furnitur dengan bentuk sederhana, dan biarkan material alami berbicara melalui teksturnya. Pencahayaan lembut dan tanaman secukupnya melengkapi suasana.

Gaya ini cocok untuk hunian Indonesia yang mendambakan ketenangan di tengah kesibukan. Selain enak dipandang, Japandi cenderung abadi sehingga tidak cepat terlihat ketinggalan zaman. Investasi pada beberapa perabot berkualitas dan penataan yang cermat akan menghasilkan ruang yang menenangkan sekaligus praktis.

Disarikan & ditulis ulang oleh redaksi RenovAsik dari berbagai sumber & laporan industri global.