Perubahan iklim membawa cuaca yang makin ekstrem — banjir, panas, dan angin kencang. Di 2025, desain tahan iklim (climate-resilient) menjadi pertimbangan penting agar hunian mampu melindungi penghuninya dari risiko ini.
Tangguh dan Adaptif
Prinsipnya meliputi peninggian bangunan di area rawan banjir, drainase dan resapan yang baik, struktur yang kuat menghadapi angin, serta desain pasif yang menjaga kesejukan saat panas ekstrem. Material tahan lama juga penting.
Untuk Indonesia yang rawan banjir dan beriklim panas, ketangguhan ini bukan kemewahan melainkan kebutuhan. Merancang rumah yang adaptif terhadap iklim sejak awal melindungi keluarga dan menjaga nilai properti jangka panjang.
Disarikan & ditulis ulang oleh redaksi RenovAsik dari berbagai sumber & laporan industri global.
