Panduan

Taman Vertikal: Solusi Bagi Lahan Terbatas & Tips Perawatannya



Sebuah taman merupakan kumpulan dari satu atau lebih beberapa tanaman yang membentuk model atau desain dengan berbagai konsep didalamnya, tidak terkecuali, salah satunya adalah taman vertikal. Tentu saja, desain taman vertikal juga sangat beranekaragam, semua tergantung dari lokasi, kondisi lingkungan, kondisi lahan maupun jenis tanaman. Namun, model dan desain dari taman vertikal lebih dominan ditentukan oleh kreatifitas dan imajinasi dari pembuat taman vertikal tersebut. Terutama apabila Anda sebagai pembuatnya.

Sesuai judul artikel Renovasik kali ini, memanglah benar bahwa taman vertikal adalah solusi bagi mereka yang mendambakan hadirnya keindahan alam disekitar rumah atau ruang perkantoran namun lahan yang dimiliki terbatas. Nah, dengan konsep taman vertikal, kehadiran sebuah taman, selain bermanfaat sebagai sirkulasi udara yang bersih dan segar juga dapat memberikan keindahan tersendiri bagi suatu rumah hunian. Kelebihannya, taman vertikal tidak membutuhkan lahan pekarangan yang luas.

Taman vertikal pun sekarang menjadi hal yang banyak digemari oleh banyak orang dan sudah mereka aplikasikan pada rumah hunian, kantor, hotel serta tempat-tempat lainnya. Bahkan, taman vertikal dapat menjadi salah satu aksesories tambahan untuk lebih mempercantik suatu ruangan. Sehingga, apabila pada umumnya konsep sebuah taman hanya dapat dinikmati dihalaman rumah, halaman kantor ataupun diluar ruangan, dengan hadirnya konsep taman vertikal, sekarang Anda pun dapat menikmati keindahan taman didalam ruangan.

Taman vertikal, selain dapat dibangun dimana saja dengan beragam model, taman ini juga memiliki manfaat seperti layaknya taman pada umumnya. Selain karena udara segar yang dapat dihirup dari tanaman yang Anda tanam, manfaat lain dari taman vertikal adalah meningkatkan kesegaran alami di rumah anda. Tentunya, hal ini juga akan membuat mata mereka yang memandangnya merasa lebih fresh apabila dibandingkan dengan hanya melihat tembok yang kosong. Lain pihak, taman vertikal juga dapat mengurangi polusi udara, mengurangi suhu udara panas serta mengurangi kebisingan karena tembok taman vertikal dapat pula berfungsi sebagai peredam suara.

Nah, Sahabat Renovasik, apabila Anda telah memutuskan untuk membuat taman vertikal, hal penting yang harus Anda tahu adalah bahwa untuk merawat taman vertikal akan sedikit berbeda dengan merawat taman jenis lainnya. Hal tersebut karena Anda akan mulai menanam tanaman dalam bentuk bibit, sehingga pertumbuhan dari tanaman akan terbilang sedikit lebih lama. Oleh sebab itu, inilah 4 tips yang sudah Renovasik rangkum yang bisa Anda aplikasikan untuk merawat taman vertikal: 

1. Memiliki Kesabaran Yang Tinggi
Benar, disini Anda akan tahu alasan kenapa Renovasik menempatkannya sebagai tips yang paling awal. Menanam tanaman semenjak bibit memang memerlukan kesabaran yang tinggi karena bisa saja bibit yang Anda tanam tidak berhasil tumbuh dan berkembang, atau bisa jadi tanaman mati setelah bertunas. Namun tentu saja kesabaran Anda akan berbuah manis, karena menanam tanaman semenjak dari bibit akan membuat tanaman tumbuh dan berkembang dengan kokoh karena akar tanaman telah terbiasa untuk hidup dalam kondisi lahan secara vertikal sejak awal mula. 

2. Gunakanlah Media Tanam Khusus Untuk Taman Vertikal 
Hal selanjutnya yang perlu Anda ketahui adalah kebutuhan unsur hara dan nutrisi untuk taman vertikal juga berbeda dengan taman yang berkonsep horizontal. Saat ini, di pasaran Anda dapat menemukan media tanam khusus untuk taman vertikal, ciri-cirinya, tanah yang lebih liat agar dapat mudah merekat saat Anda masukkan dalam struktur taman vertikal. Untuk pemupukan, Anda tidak perlu memberikan pupuk secara berlebihan. Pupuk terbaik untuk taman vertikal adalah pupuk kompos. Mengenai jumlah takaran pupuk yang sebaiknya Anda gunakan untuk taman vertikal di rumah hunian Anda, silakan Anda berkonsultasi dengan mereka yang ahli tentang pertamanan. 

3. Pilihlah Sistem Penyiraman Yang Cocok Untuk Taman Vertikal Anda
Dari temuan tim Renovasik, berdasarkan dengan perbincangan dari para ahli dibidangnya, ada tiga cara penyiraman taman vertikal yang pada umumnya dapat digunakan, yaitu:
- Sistem Kabut 
Sistem ini menggunakan pipa sebagai media penyiraman. Lubangilah pipa di beberapa titik, lalu kemudian, dengan bantuan mesin pompa, air akan didorong keluar dari lubang yang Anda buat tersebut sehingga mengeluarkan uap air. Uap air tersebut kemudian akan berjatuhan dan menjadi kabut yang membasahi taman vertikal milik Anda.

- Sistem Selang Air
Cara ini adalah cara penyiraman yang pada umumnya dilakukan oleh banyak orang pada tanaman-tanaman didalam pot atau taman horizontal. Namun cara ini kurang efektif karena dapat mengakibatkan tanaman kelebihan air dan media tanam berpotensi mengalami longsor. 

- Sistem Sprinkle
Cara terakhir ini adalah cara yang paling Renovasik rekomendasikan. Penyiraman dengan sistem sprinkle akan menyiram tanaman pada jam tertentu secara otomatis dan terjadwal. Air yang akan disemprotkan juga lebih merata serta tidak berlebihan. Menggunakan sistem ini juga akan membantu Anda menghemat penggunaan air. Sahabat Renovasik berniat untuk mencarinya? Pompa air sprinkle dapat Anda dapatkan dengan harga berkisar antara Rp. 20 ribu sampai Rp. 75 ribu per buahnya. 

4. Lakukan Pemeliharaan Secara Teratur 
Terakhir dan tidak kalah penting, setelah beberapa lama, tanaman akan tumbuh memanjang, dan daunnya akan menjalar kesana kemari. Agar taman vertikal Anda terlihat lebih rapi, lakukan pemangkasan pada daun dan dahan tanaman yang sudah besar. Jangan memangkas dahan tanaman yang masih muda karena hal tersebut akan menimbulkan luka dan goresan pada batang tanaman. Alangkah lebih baiknya pemotongan dilakukan dalam sekali tebas, tidak berulang-ulang. Dan apabila tanaman sudah terlalu rimbun serta sulit dipotong, artinya Anda sudah harus mengganti tanaman. 

Kontak Kami