8 Cara Gampang Untuk Merawat Taman Minimalis Depan Rumah



Apakah ada Sahabat Renovasik disini yang tinggal di area perkotaan yang serba sibuk, seperti kota Jakarta, Bogor, Depok, Tangerang, Bekasi dan sekitarnya? Bila iya, pastinya Anda menyadari bahwa keberadaan taman minimalis sangat penting dan dibutuhkan, terutama jika Anda tinggal di area yang padat dan penuh polusi. Karena apa? Karena hal ini akan memenuhi kebutuhan kesehatan Anda dan keluarga.

Namun meskipun demikian, acapkali banyak orang yang memiliki taman minimalis depan rumah merasa malas dalam merawatnya. Alasannya ribet bila harus juga merawatnya. Wait, ribet? Itu kan pemikiran lama Anda. Buanglah jauh-jauh. Karena pada artikel Renovasik kali ini, Anda akan menemukan cara mudahnya, alias cara gampang untuk merawat taman minimalis depan rumah.

O ya, memang bagaimana cara merawat taman minimalis depan rumah agar semakin optimal kebermanfaatannya bagi Anda dan keluarga? Yuk mari kita mulai dari yang pertama…

1. Siramilah Tanaman Dengan Air Secukupnya

Cukup, artinya tidak berlebihan. Bagaimana cara mengetahuinya? Apakah Anda Anda menyadarinya, bahwa setiap pot memiliki lubang-lubang (biasanya berbentuk bulat) di bagian bawah yang berfungsi sebagai drainase air? Nah, bagi Sahabat disini yang menggunakan media pot untuk menanam tanaman, siramlah tanaman dengan takaran yang tepat, yaitu dengan air secukupnya. Jagalah agar jangan sampai air meluap dan mengalir dari bulatan drainase tersebut. Hentikanlah penyiraman air sesaat setelah air keluar dari lubang agar tanaman tidak mudah membusuk akibat kelebihan air.

2. Pastikan Tanaman Mendapatkan Pencahayaan Alami

Pastinya Anda tahu juga kan bahwa sebagian besar tanaman membutuhkan cahaya matahari untuk proses fotosintesis. Ini akan menyadarkan Anda bahwa tanaman membutuhkan pencahayaan alami untuk tumbuh. Benar, tidak semua tanaman dapat hidup di tempat yang minim pencahayaan langsung. Oleh karena itu, Renovasik sangat menyarankan untuk menempatkan tanaman di area yang mendapatkan akses langsung dari cahaya matahari.

3. Jagalah Kelembaban Tanaman

Bintik berwarna cokelat yang terlihat pada dedaunan, mengisyaratkan bahwa tanaman Anda kurang mendapatkan kelembaban. Dan, apabila tanda ini terlihat pada daun-daun tanaman Anda, segerakanlah untuk memindahkannya ke tempat yang lebih lembab agar kerusakan daun tidak menjalar kemana-mana.

4. Gantilah Media Tanam Secara Periodik

Tanah ikut mempengaruhi bagaimana tanaman tumbuh dan berkembang. Jadi, meskipun tanaman mendapatkan sinar matahari dan air yang cukup, belum tentu tanaman akan tumbuh secara optimal. Lihatlah tanaman Anda, bila tanaman di taman minimalis depan rumah Anda kurang terlihat segar atau tidak tumbuh subur, segeralah ganti media tanamnya. Caranya sederhana, cukup ganti tanah lama dengan tanah yang baru. Hal ini akan membuat nutrisi tanaman juga terbaharui.

5. Rajin-rajinlah Untuk Membersihkan Tanaman

Benar, bukan hanya manusia yang ingin tampil dan terlihat bersih, tanaman juga demikian. Bagaimana cara melakukannya? Cara untuk membersihkan dedaunan itu cukup sederhana, sesederhana seperti saat Anda sedang membersihkan ruang-ruang dirumah hunian Anda. Yaitu dengan cara mengusap permukaan daun dengan kain halus supaya daun bebas dari debu.

6. Pastikan Tanaman Bebas Dari Serangga dan Hama

Tanaman, termasuk tanaman berbunga, terutama yang tumbuh subur dapat menarik perhatian serangga dan hama untuk mendatanginya. Maka perhatikanlah dan cermati bagian-bagian dari tanaman yang Anda miliki, jika Anda menemukan tanda-tanda bahwa tanaman telah diserang oleh serangga dan hama, segera basmilah dengan semprotan anti serangga dan hama.

7. Gantilah Pot Secara Berkala

Mengganti pot (repotting) mungkin adalah istilah yang sudah tidak asing, terutama bagi Anda yang menyukai kegiatan berkebun. Gantilah pot sesuai dengan ukuran dan umur tanaman, contohnya, mengganti pot tanaman yang akarnya sudah memanjang, sehingga pot lama sudah tidak dapat menampungnya lagi. Saran dari Renovasik, lakukan penggantian pot setidaknya dua kali per tahun. O ya, ingat-ingat untuk selalu memastikan bahwa media tanam haruslah berpori dan mampu menahan air, yaa….

8. Menambahkan Pupuk Organik

Pupuk organik adalah cara terakhir yang tidak kalah penting untuk Anda lakukan. Tambahkan kotoran maupun sampah organik (kompos) ke dalam tanah agar nutrisi pada masa pertumbuhan tanaman menjadi semakin optimal. Namun, apabila Anda tidak yakin dengan jumlah komposisi pupuk terbaik untuk tanaman, cobalah untuk berkonsultasi atau berdiskusi dengan mereka yang memiliki keahlian dalam bidang tanam-menanam.


© RenovAsik. 2020 All rights reserved.