Panduan

6 Langkah Awal Terbaik Untuk Membangun Rumah Sebagai Investasi Di Masa Depan!



Tidak dapat dipungkiri, rumah adalah aset yang nilainya selalu terus melesat setiap tahun dan menjadi salah satu dari sekian banyak cara untuk mengalokasikan kelebihan uang yang kita miliki untuk mendapatkan kekayaan dan banyak uang.

Kekayaan? Benar, Anda tidak salah baca kok, dengan memiliki rumah Anda bisa mendapatkan double keuntungan sekaligus, apa saja 2 keuntungan tersebut? Penghasilan sewa dan capital gain, menarik sekali bukan? Tentu. Namun, agar Anda bisa memiliki 2 keuntungan tersebut secara maksimal, ada beberapa hal penting yang perlu Anda pertimbangkan sebelum Anda mulai membangun rumah.

Dan kali ini, Renovasik akan mengupas tuntas 6 langkah awal terbaik untuk membangun rumah sebagai investasi di masa depan. Artikel kali adalah artikel istimewa khusus untuk Anda yang berniat untuk mulai berinvestasi pada properti. O ya, meskipun langkah yang dikupas disini ditujukan bagi para investor pemula, Anda yang sudah mulai lebih awal berinvestasi dibidang properti tetap boleh membacanya. Terkadang kearifan datang pada mereka yang merendahkan hati untuk selalu terbuka dan belajar.  

Cukup intronya yaaa,… Yuk, mari kita mulai saja dari langkah yang pertama.

1. Pertimbangan Situasi & Kondisi Financial Sebelum Membangun

Sudah pasti, tujuan utama kita membangun rumah sebagai investasi di masa depan adalah untuk menciptakan situasi dan kondisi keuangan yang lebih sehat dengan adanya aliran penghasilan dari properti yang akan Anda bangun, misalnya dengan menjadikannya sebagai rumah kontrakan, rumah kost-kostan, rumah mewah atau villa dll.

Namun sebelum melaksanakan semua rencana, pertimbangan situasi dan kondisi financial juga menjadi hal yang penting saat Anda akan membangun rumah.

Harga dan nilai rumah yang akan dibangun akan menentukan seberapa besar uang muka atau DP serta angsuran yang perlu Anda penuhi secara rutin setiap bulannya. Yang layak untuk diingat, jangan sampai angsuran yang dibayarkan setiap bulannya memberatkan kondisi financial Anda saat ini.

Catat ini dalam memo Anda, jumlah angsuran ideal yang bisa dijadikan standard adalah sekitar 30% dari total penghasilan yang bisa Anda dapatkan setiap bulannya. Dengan demikian, Anda bisa tenang sekaligus dapat memenuhi kebutuhan lainnya saat membangun rumah.

 

2. Lokasi dan Jenis Rumah yang Akan Dibangun

Bila Anda bertujuan membangun rumah sebagai investasi di masa depan, maka lokasi dan jenis rumah akan menjadi langkah penting selanjutnya.

Lokasi yang kurang menguntungkan dan tidak strategis akan membuat Anda tidak mudah mendapatkan para penyewa. Hal lainnya? Pada umumnya di lokasi seperti ini, kenaikan nilai properti juga lebih lambat dari harga properti di tempat strategis.

Faktor lain yang bisa Anda pertimbangkan adalah fasilitas-fasilitas yang tersedia di sekitar lokasi. Apakah lokasi tempat Anda membangun dekat dengan sarana transportasi dan fasilitas publik, misalnya seperti sekolah maupun pusat perbelanjaan? Jika jawabannya IYA, Anda bisa langsung melanjutkan rencana pembangunan Anda.

Atau lainnya, bila Anda menargetkan untuk mendapatkan penyewa yang berstatus pekerja dari luar kota, Anda bisa dipilih lokasi yang berdekatan dengan pusat industri dan bisnis.

Namun, bila Anda mengkhususkan para wisatawan sebagai penyewa, alangkah baiknya bila Anda memilih lokasi pembangunan yang berdekatan dengan lokasi tempat wisata.

 

3. Siapkan Modal Untuk Uang Muka (DP)

Apakah Anda memiliki kemampuan untuk membayar uang muka rumah lebih besar dari minimal pembayaran? Bila Ya, lakukanlah. Hal ini bisa membuat angsuran setiap bulannya menjadi semakin lebih rendah.

Sekarang ini, uang muka minimal yang harus dibayarkan untuk membangun sebuah rumah berkisar antara 10% hingga 20% dari total nilai pembangunan.

“Duh, lalu dari mana Saya bisa mulai mempersiapkan uang muka ini?”

Mungkin Anda bertanya-tanya seperti itu…

Tips dari kami, janganlah menyimpan uang di rekening tabungan untuk mempersiapkan uang muka pembangunan rumah. Apa alasannya? Simpel saja, karena waktu yang Anda perlukan untuk mengumpulkannya bisa menjadi cukup lama, bahkan memakan banyak waktu Anda.

Solusi terbaiknya, Anda bisa memulai menanamkan uang Anda pada instrumen investasi yang menawarkan imbal hasil yang bersaing. Anda bisa mulai browsing di Internet dan menemukan tempat terbaik untuk menumbuhkembangkan uang Anda sekarang … Ya, sekarang juga.

 

4. Mempertimbangkan Cara Pembiayaan Lainnya

Dibandingkan dengan harus meminjam uang di bank untuk membangun sebuah rumah, Anda bisa mulai mempertimbangkan untuk meminjam uang dari orang-orang terdekat, misalnya dari keluarga atau sahabat.

Cara pembiayaan seperti ini tentu saja juga memiliki kelebihan dan kekurangan yang harus Anda pertimbangkan secara matang-matang.

Kelebihannya, Anda tidak perlu membayar pinjaman dengan nilai beban bunga yang tinggi. Sedangkan kekurangannya adalah hubungan yang bisa saja rusak dengan keluarga atau sahabat saat Anda tidak bisa membayar hutang Anda secara tepat waktu.

 

5. Persiapan Untuk Menyewakan Rumah

Di tahap ini, hal yang perlu Anda pertimbangkan adalah mulai menentukan seberapa besar biaya sewa yang akan Anda patok kepada para penyewa setiap bulannya.

Biaya sewa pada umumnya dipatok berdasarkan keunggulan-keunggulan properti yang Anda berikan kepada mereka, seperti lokasi properti, fasilitas dan lain-lainnya.

Ingat, jangan sampai biaya sewa yang Anda patok tidak mampu menutup biaya yang perlu Anda keluarkan untuk pembangunan maupun perawatan rumah tersebut.

O ya, terapkan juga aturan-aturan bagi para penyewa properti agar mereka turut bertanggungjawab terhadap kesalahan yang mereka lakukan saat tinggal dirumah tersebut, misalnya bila suatu ketika mereka merusak fasilitas yang diberikan, baik secara sengaja maupun tidak sengaja, mereka turut bertanggungjawab untuk memperbaikinya.

 

6. Siapkan Asuransi Rumah

Apakah Anda tahu, rumah pun memiliki resiko-resiko yang tak terduga… misalnya kerusakan properti yang diakibatkan oleh bencana alam, kebakaran dan beberapa hal lainnya.

Ada 3 cara terbaik untuk mengelola resiko, yaitu menghindari resiko, meminimalkan resiko ataupun mengalihkan resiko kepada pihak lain semisal timbul masalah pada rumah di masa mendatang.

Asuransi adalah salah satu cara terbaik untuk mengalihkan resiko, mengalihkan resiko pada siapa? Tentu saja pada pihak ketiga disaat terjadi masalah pada properti.

Dengan memiliki asuransi, akan membuat Anda merasa lebih aman, nyaman dan tenang saat memiliki properti. Apa alasannya? Karena Anda telah memiliki hal klaim saat terjadi bencana atau masalah yang tidak diinginkan pada rumah yang telah Anda bangun tersebut.

 

Yes, akhir kata, semoga dengan memahami 6 langkah awal di atas, mulai saat ini Sahabat Renovasik bisa menentukan jenis rumah apa yang paling menguntungkan bagi Anda. Menguntungkan? Betul sekali, karena investasi pada properti bisa menjadi cara yang bisa memudahkan Anda untuk mendapatkan kekayaan dan lebih banyak uang di masa mendatang. Hey ingat, bahkan Robert T Kiyosaki, Investor sekaligus penulis buku Best Seller Dunia “Rich Dad Poor Dad” pun sangat setuju terhadap pendapat ini.

Berniat membangun properti sebagai investasi di masa depan? Boleh kok kita bincang-bincang dahulu, Renovasik akan senang sekali membantu Anda.

Kontak Kami