Panduan

3 Jenis Cat Dasar Tembok & 5 Tahap Sederhana Pengecatan Rumah



Sahabat Renovasik sudah pasti pernah mendengar tentang istilah cat dasar tembok kan? Cat dasar tembok merupakan cat yang pada umumnya diaplikasikan sebelum Anda melakukan proses pengecatan tembok di rumah Anda. Cat dasar tembok bukanlah sekedar menyapu kuas dan cat pada dinding, namun ia juga memiliki peran yang cukup penting terhadap kualitas cat tembok rumah itu sendiri. Pada umumnya, cat dasar dapat melindungi  warna cat rumah hunian Anda untuk jangka waktu yang lebih lama.

Tunggu sebentar, sebelum kita masuk ke pokok bahasan utama, Renovasik mau menjelaskan terlebih dahulu tentang cat dasar tembok. Di luar sana, ada banyak orang seringkali mengartikan cat dasar tembok dengan plamir, mereka belum menyadari bahwa keduanya sangat berbeda. Cat dasar tembok sendiri mempunyai berbagai manfaat diantaranya adalah :

  • Memiliki fungsi untuk merekatkan cat baru yang melekat pada dinding lama. Pada umumnya seringkali disebut sebagai lapisan pengikat top coating.
  • Mempunyai fungsi untuk menutup pori-pori atau permukaan tembok yang tidak memiliki permukaan rata. Pada umumnya, adanya proses plamir yang kurang teliti masih dapat berpeluang meninggalkan pori-pori kecil di bagian dinding yang tidak merata. Hal ini bisa Anda tangani dengan menggunakan cat dasar tembok.
  • Bermanfaat untuk mencegah masuknya unsur alkali ke dalam lapisan cat. Kandungan alkali cukup berbahaya, terlebih lagi jika kandungan alkalinya cukup tinggi karena bisa merusak cat dinding rumah, terutama pada dinding yang baru saja mengalami proses pengecatan. Pengaplikasian cat dasar tembok juga dapat bermanfaat untuk menjadi sekat antara lapisan dinding pada bagian dalam serta bagian luar sehingga kandungan alkali tidak dapat masuk meresap. Cara ini juga dapat dilakukan untuk mencegah terjadinya pengapuran.
  • Dengan mengaplikasikan cat dasar pada tembok, Anda juga dapat menghemat penggunaan cat akhir untuk pewarnaan pada dinding. Jika Anda mengaplikasikan penggunaan cat dasar sebelumnya, maka hasil akhir warna cat akan tetap terlihat indah dan memikat meskipun Anda hanya mengaplikasikan cat sebanyak dua lapis. Hal ini sangat cocok dan pas bagi Anda yang ingin melakukan tips penghematan dana saat membangun atau merenovasi rumah.
  • Dengan mengaplikasikan cat dasar tembok, Anda juga akan mampu meningkatkan kualitas pengecatan menjadi lebih optimal, hasil akhir yang lebih halus dan dapat menghadirkan warna tembok yang lebih sempurna.

Cat dasar tembok merupakan salah satu bahan dalam pembangunan rumah yang dikenal memiliki beberapa macam atau jenisnya. 3 jenis cat dasar yang saat ini banyak beredar di pasar Indonesia adalah sebagai berikut:

1. Alkali Resisting Primer (Undercoat Tembok)

Cat dasar tembok jenis ini terdiri dari 100 persen emulsi acrylic, dimana bahan material ini memiliki sifat khusus khas yaitu memiliki daya tahan terhadap alkali yang memiliki kandungan tinggi. Selain hal itu, cat dasar tembok ini juga memiliki daya kikis serta daya lekat yang ternilai baik dan bisa membantu Anda dalam melakukan penghematan terhadap penggunaan cat akhir. Kenapa demikian? Karena cat jenis ini bisa membantu proses perolehan warna akhir yang Anda dambakan. Untuk penggunaan yang tepat dan efisien, Renovasik sarankan, cat ini diaplikasikan pada permukaan tembok yang masih baru dengan plesteran semen ataupun beton yang sudah mengering secara baik atau sempurna. Pengaplikasiannya pun dapat dilakukan tanpa melakukan pengenceran cat dengan air.

2. Water Sealer Water Based

Cat ini serupa dengan cat dasar alkali resisting primer (undercoat tembok), cat ini juga terdiri dari 100 persen emulsi acrylic yang tidak mempunyai kandungan pewarna. Cat dasar tembok ini dapat Anda gunakan untuk memperbaiki daya rekat pada dinding tembok yang memiliki cat lama yang sudah mengapur ataupun dapat Anda gunakan sebagai lapisan baru bagi permukaan dinding yang lapisan cat lamanya sudah Anda hilangkan sebelumnya. Cara pengaplikasiannya pun sama persis, tidak menggunakan pengenceran air.

3. Water Proofing Wall Sealer

Bahan penyusun untuk cat ini juga masih sama, yaitu emulsi acrylic dan juga tidak mengandung zat pewarna didalamnya. Untuk jenis cat dasar jenis ini diformulasikan untuk digunakan pada tembok lama ataupun baru dari plesteran yang terbuat dari beton maupun semen yang masih dalam keadaan lembab. Sebelum Anda hendak melakukan pengecatan ulang, tunggulah kurang lebih satu hari lamanya setelah tembok dilapisi.

Kali ini Sahabat Renovasik telah mengetahui 3 jenis cat dasar tembok. Proses pengerjaan cat dasar tembok dapat dilakukan pada berbagai jenis tipe rumah tinggal, contohnya pada rumah minimalis modern atau rumah minimalis sederhana. Untuk proses pengerjaan cat dasar tembok, tahap-tahap yang perlu dilakukan pun terbilang cukup sederhana. Pertama-tama, siapkanlah bahan-bahan berikut  ini:

  • Cat dasar
  • Kuas cat
  • Roller bar
  • Spon
  • Kertas gosok
  • Hand brush
  • Detergent pembersih
  • Wadah
  • Alat pengaduk
  • Kertas Koran
  • Lakban

Setelah semuanya tersedia, Anda telah siap untuk memulai proses pengecatan tembok di rumah Anda. Dan, inilah 5 tahap sederhana yang dapat Anda lakukan :

1. Awali Dengan Membersihkan Dinding

Hal pertama yang perlu Anda lakukan adalah tentu saja membersihkan dinding atau tembok terlebih dahulu sebelum Anda melakukan proses pengecatan dasar. Bagian-bagian yang dibersihkan adalah bagian yang terkena kotoran, debu, minyak ataupun pun noda yang menempel bandel. Anda bisa menggunakan spons yang sudah dibasahi sebelumnya dengan air dan detergen untuk membersihkan dinding atau tembok yang akan di cat ulang.

2. Lindungi Permukaan Barang & Perabot

Sebelum Anda mulai mengecat tembok, pastikan terlebih dahulu bahwa barang-barang dan perabot di rumah Anda telah aman dari dampak “kecipratan” cat tersebut. Anda dapat melapisi permukaan jendela, pintu, lantai, perabot serta furnitur-furnitur lainnya dengan menggunakan koran dan lakban supaya noda-noda cat yang “menciprat” tidak menempel pada permukaan barang dan perabot di rumah Anda.

3. Mengencerkan Cat

Untuk hasil yang optimal sebenarnya Anda tidak perlu untuk mengencerkan cat dasar dengan air. Namun, jika Anda tetap mau melakukan hal tersebut, Anda bisa mengkombinasikan cat dasar dengan air sebanyak kurang lebih 30 – 35 persen dari total volume cat.
 

4. Mulailah Dari Bagian Yang Tersulit

Kini Anda telah siap untuk memulai proses pengecatan, tips dari Renovasik adalah Anda dapat memulai pada bagian yang tersulit terlebih dahulu, seperti bagian yang tinggi atau susah dijangkau. Anda bisa menggunakan alat bantu seperti roller bar untuk menjangkau sudut ruangan serta bagian-bagian sulit lainnya.

5. Teknik W

Untuk proses pengecatan yang lebih efektif dan efisien, Anda dapat membuat teknik huruf W pada tiap sudut-sudut ruangan.

Demikian, sekarang Sahabat Renovasik telah memahami tentang Cat Dasar Tembok dan 5 tahap sederhana untuk memulai proses pengecatan ulang tembok di rumah atau bangunan Anda. Selamat berkreasi!

Kontak Kami