Salah Ukur Tanah? Inilah 4 Tahapan yang Harus Dilewati Untuk Memperbaikinya



Bila telah mempunyai tanah, alangkahbaiknya jika Kamu segera mengurus sertifikatnya supaya tidak terjadi masalah di masa mendatang.

Sebab apa? Sertifikat adalah bukti hukum yang kuat dari kepemilikan tanah dalam faktor ukuran dan luas lahan yang sudah Kamu miliki.

Biasanya, pembuatan sertifikat tanah dilakukan di kantor Kantor Pertanahan (Kantah), dilakukan dengan membawa dokumen yang disyaratkan.

Setelah mengisi formulir pendaftaran pembuatan sertifikat tanah dan menyerahkan semua dokumen, petugas akan segera memverifikasi semua data.

Lalu kemudian, dilakukanlah pengukuran lahan ke lokasi yang sudah Kamu cantumkan di dalam formulir permohonan yang diajukan.

Umumnya, pengukuran lahan dilakukan oleh petugas Badan Pertanahan Nasional (BPN) dengan mengikuti batasan-batasan lahan yang telah diajukan oleh pemohon atau kuasa hukumnya.

Dalam memetakan dan mengukur lahan sebagai dasar pendaftaran, petugas BPN umumnya mengukur terrestrial di atas permukaan bumi serta melakukan pengukuran fotogrametik dari udara.

Tetapi, bagaimana persoalannya bila Sahabat RenovAsik disini mengalami terjadinya kesalahan didalam pengukuran lahan?

Yes. Kesalahan dalam pengukuran lahan dalam pembuatan sertifikat tanah mungkin saja terjadi secara tidak disengaja.

Umumnya, terjadi karena kelalaian dari petugas dalam membaca batas lahan, tidak jelasnya peta, ataupun banyak faktor lainnya.

Kesalahan dalam mengukur lahan merupakan tanggung jawab dari Kantor Pertanahan. Hal ini sudah tertulis dalam Pasal 63, Peraturan Pemerintah Nomor 24, Tahun 1997 tentang Pendaftaran Tanah.

Didalam beleid disebutkan, Kepala Kantah akan bertanggung jawab secara administratif bila ada kesalahan dalam pengukuran tanah atau lahan.

Disaat Kamu melakukan pendaftaran sertifikat tanah, Kamu bisa segera melaporkan kesalahan pengukuran secara langsung ke kantor BPN sesuai domisili.

Nantinya, akan dilakukan pendaftaran ulang tanah dengan menggunakan empat tahapan dibawah ini.

Pertama, Petugas akan melakukan pengolahan data fisik.

Kedua, pembuktian hak serta pembukuan. Kemudian dilanjutkan dengan penerbitan sertifikat dan pengajuan data fakta serta yuridis, dan penyimpanan daftar umum maupun dokumennya.

Ketiga, Untuk pengumpulan data fisik yang meliputi langkah-langkah dibawah ini:

a. Pembuatan peta dasar pendaftaran.

b. Penetapan batasan bidang tanah.

c. Pengukuran dan pemetaan bidang tanah.

d. Pembuatan daftar tanah.

e. Pembuatan surat ukur tanah.

Keempat, Dilakukannya pengukuran ulang yang akan diikuti oleh pihak-pihak yang tanahnya berbatasan langsung dengan tanah dari sang pemohon.

Ada Sahabat RenovAsik yang mengalami masalah yang sama? Segera laporkan ke petugas dan ikuti tahapan-tahapan yang diwajibkan diatas.


© RenovAsik. 2020 All rights reserved.