Punya Rencana Mengganti Lantai Rumah - Pilih Keramik Atau Granit? Ini 6 Perbedaannya!



Apakah ada Sahabat disini yang punya rencana untuk mengganti lantai rumah atau dinding ruang kamar mandi? Jika jawabannya IYA. Anda wajib baca artikel Renovasik kali ini.

Umumnya, material lantai yang sering digunakan hanya ada dua jenis, yaitu keramik atau granit. Meski demikian, pemilik rumah terkadang bingung untuk memilihnya diantara keduanya, karena jika dilihat secara sekilas, kedua material ini tampak sama.

Saat memilih, Anda akan mendapati bahwa toko material itu layaknya sebuah “medan perang”, Anda akan disodori ratusan produk pilihan yang beragam. Dan sebagai bahan pertimbangan, referensi desain dan palet warna adalah salah dua dari senjata Andalan Anda.

Benar sekali, dengan menyiapkan gambar desain terlebih dahulu, Anda akan merasa lebih mantap saat pergi ke toko bangunan, terutama jika Anda datang tanpa bantuan dari pihak seperti desainer interior.

Untuk itu, sebelum Anda memutuskan untuk memilih keramik atau granit, alangkahbaiknya Anda baca dulu perbedaannya disini. Dan inilah enam perbedaan keduanya yang telah Renovasik rangkum.

Ukuran

Memang, semakin besar ukuran material, akan semakin cepat waktu instalasinya. Namun, bukan berarti semua ruangan akan pas dengan material berukuran besar.

Ukurlah ruangan terlebih dahulu supaya Anda bisa menentukan motif dan ukuran dari material yang akan dibeli.

Ukuran granit dan keramik cenderung serupa, namun bedanya, keramik memiliki variasi yang lebih banyak.

Granit yang berukuran paling kecil adalah 30 x 60 cm. Umumnya, digunakan sebagai dinding ruang kamar mandi atau backsplash dapur.

Untuk lantai, ukuran granit yang sering digunakan adalah yang berukuran 60 x 60 cm. Di era saat ini, untuk menciptakan kesan mewah dan elegan, perumahan modern lebih banyak menggunakan granit yang satu ini.

Selain ukuran tersebut, granit juga memiliki varian lainnya, yaitu 80 x 80 cm, 120 x 60 cm dll. Jadi Anda tidak perlu merasa khawatir dalam mempertimbangkan yang sesuai dengan ruangan.

Untuk Anda yang suka dengan motif kayu, ada beberapa brand yang mengeluarkan koleksi granit yang serupa dengan parket kayu. Ukurannya pun bisa Anda pilih sesuai dengan lebar ruangan, seperti 15 x 60 cm, 20 x 120 cm, dll.

Ukuran keramik sangat beragam, mulai dari 20 x 20 cm, 30 x 30 cm hingga 50 x 50 cm. Bahkan, pada eranya dahulu, ada beberapa brand yang bahkan memiliki ukuran yang terbilang ganjil, seperti 33,3 x 33, 3 cm, meski sekarang, sudah tidak lagi banyak diproduksi.

Untuk ruang kamar mandi berukuran kecil, orang sering menggunakan keramik dengan ukuran 20 x 20 cm atau 40 x 40 cm.

Nat

Nat adalah garis pertemuan material. Inilah yang membedakan keramik dan granit secara signifikan setelah dipasang.

Jika diperhatikan dengan seksama, sisi pinggir keramik lebih turun dibandingkan dengan bagian tengahnya. Jadi jika dipertemukan dengan keramik lain, akan ada lekukan di sekitarnya. Sedangkan granit lebih rata, tampilannya akan terlihat rapi seperti garis-garis halus.

Dari segi keindahan, nat kecil membuat rumah menjadi terlihat lebih mewah layaknya hotel modern.

Namun sebaliknya, nat besar akan membuat ruang kamar mandi menjadi lebih sulit dibersihkan karena air akan menggenang dan perlu disikat secara rutin.

Motif

Saat memilih motif, tentukan dulu tema dan palet warna di rumah Anda berdasarkan referensi desain. Siapkan 1 hingga 2 variasi dan ukuran yang diminati. Jangan terlalu banyak pilihan, karena hal tersebut, akan merepotkan Anda ketika berkunjung ke toko bangunan.

Contohnya, jika Anda suka dengan rumah bergaya modern minimalis, maka pilihlah motif dengan nuansa warna abu-abu atau cream. Namun sebelum itu, pastikan warna cat dinding dan furnitur sudah sesuai dengan material lantai.

Membahas tentang motif, keramik memiliki variasi yang kaya warna dan bentuk. Mulai dari bunga, chevron, polkadot, rumput artifisial hingga kayu.

Motif di keramik layaknya cetakan gambar dan terlihat nyata. Sangat cocok untuk ruang teras, carport atau kamar mandi.

Jika keramik pada ruang kamar mandi berpenampilan polos, maka untuk dindingnya, Anda bisa bermain dengan motif yang beragam.

Jika ingin ruang kamar mandi terlihat simpel dan minimalis, Anda pun bisa memilih dinding berpola sederhana dengan sedikit aksen warna.

Disisi lain, warna granit cenderung netral, seperti abu-abu, beige maupun cokelat. Namun, tidak sedikit brand granit yang memproduksi granit bermotif seperti tegel kunci, teraso dan kayu. Namun tetap, warna palet cenderung lembut dan tidak mencolok seperti keramik.

Seperti yang sudah dijelaskan oleh Renovasik diatas, granit motif kayu pun sudah banyak sekali jenisnya. Ini akan menjadi solusi yang paling mudah bagi Anda yang pecinta motif kayu.

Tekstur

Hanya ada dua pilihan tekstur, yaitu polished (licin) dan unpolished (kasar). Keduanya, baik keramik maupun granit memiliki tesktur tersebut.

Material unpolished lebih mudah dibersihkan, maka dari itu sering digunakan di lokasi area yang mudah basah. Semakin kasar material, semakin baik untuk area basah, seperti carport, teras maupun kamar mandi.

Ada beberapa brand granit seperti Niro Granite yang menambahkan variasi untuk tingkat kekasaran material seperti matt, matt satin, dan structure.

Tips dari Renovasik, bawalah sebotol air saat Anda datang ke toko bangunan. Semprotkan sedikit pada permukaan material, lalu rasakan dengan jari seberapa licin atau kasar material tersebut.

Dengan cara diatas, Anda bisa mengukur dan menentukan apakah material cocok untuk digunakan pada ruangan atau tidak.

Daya Tahan

Granit memiliki ciri yang kuat dan tahan terhadap berbagai kondisi cuaca. Untuk alasan inilah, granit sering diaplikasikan pada dinding dan lantai.

Pori-pori granit yang sangat kecil membuat materialnya menjadi lebih keras, bahkan diketahui mampu menopang beban hingga 500kg per meter persegi.

Untuk menciptakan kesan ruangan yang elegan, Granite tiles juga dapat digunakan sebagai panel dinding dan lantai di kamar mandi atau ruang keluarga.

Dilain pihak, keramik yang terbuat dari tanah liat lebih rentan pecah jika berbenturan dengan benda keras. Lantai ini mudah mengalami perubahan suhu, sehingga lebih mudah pecah dan tidak nyaman diinjak ketika suhu sedang tidak stabil.

Harga

Harga keramik cenderung lebih murah bila dibandingkan dengan granit. Alasannya simpel, karena tampilan granit terlihat lebih mewah.

Untuk Anda yang ingin melakukan renovasi namun budget terbatas, Anda bisa mengkombinasikan kedua material ini. Misalnya, Granit digunakan untuk ruang utama seperti ruang tamu dan kamar tidur. Sedangkan untuk area lainnya, bisa menggunakan keramik.

Variasi harganya pun bermacam-macam. Untuk keramik, Anda bisa mendapatkannya dengan harga mulai dari Rp 50.000 sampai 120.000 per dusnya,

Sedangkan untuk granit, Anda bisa mendapatkannya dengan harga berkisar Rp 80.000 hingga Rp 500.000.

 

Kesimpulannya, Anda sudah tahu perbedaan keduanya. Sekarang, pilihan ada ditangan Anda. Apakah Anda mau menggunakan Keramik, ataukah Granit?


© RenovAsik. 2020 All rights reserved.