Mau Jadi Broker Properti Profesional Yang Sukses? Ini Tipsnya!



Dulu, beberapa tahun lalu, setelah booming-nya pasar properti, karir di bidang jasa ini pun ikut turut menanjak.

Namun mulai merasakan dampak pasang surutnya ketika wabah covid-19 melanda dunia, termasuk di Indonesia.

Belakangan, profesi menjadi Broker atau Agen Properti ini kembali mulai diminati, kendati krisis pandemi belum berlalu.

Sahabat RenovAsik mau menjadi Broker profesional? Lalu, bagaimana kiat-kiatnya menjadi broker properti yang handal dan sukses?

Yang pertama, Broker properti haruslah memiliki keuletan dan persistence, sebab menjadi seorang broker adalah passion.

Jadi, untuk bisa sukses sebagai broker properti, tidak bisa menjadikan profesi ini sebagai pekerjaan sampingan.

Karena apa? Broker properti sampingan hanya berlaku pada saat pasar properti sedang booming saja.

Untuk menyikapi situasi pasar saat ini yang masih cukup berat, profesi sebagai broker properti tidak bisa dilakukan secara part-time.

Pasalnya banyak soft skill yang mesti dikuasai. Broker properti handal harus menguasai teknik negosiasi serta cara mengurus surat-surat (legalitas).

Di sisi lain, pemerintah pun mulai menerapkan sertifikasi untuk broker properti melalui LSP atau Lembaga Sertifikasi Profesi.

Dengan demikian, untuk waktu depannya, hanya broker tersertifikasi yang dapat menjual properti dan bangunan.

Lantas Apa Kunci Sukses Broker atau Agen Properti?

Broker properti yang handal pastilah seseorang yang memerhatikan listing bangunan yang akan dijual dan dipromosikannya.

Layak untuk diingat, listing haruslah kuat. Ia seperti gula, dan customer adalah semutnya. Ujungnya, semut akan selalu mencari gula.

Intinya, jika tersedia banyak gula berserakan, maka akan ada banyak semut yang datang menghampirinya.

Selama ini, banyak broker yang salah dalam berstrategi. Mereka mencari customer terlebih dahulu, dan bukan mencari listing.

Listing adalah hal yang cukup penting, jadi sebisa mungkin seorang broker atau agen properti harus membuat ‘master-listing’.

Listing yang baik juga harus memiliki poin-poin yang lengkap. Contohnya foto yang banyak dan informasi lengkap, agar ‘semutnya’ mudah datang.

Selain membuat listing, broker properti harus menguasai teknik mendapatkan listing baru dan kepercayaan dari pemilik untuk memercayakan propertinya.

Di samping itu, teknik negosiasi tentang harga pasar pun harus dipahami, karena listing yang bagus tidak akan berguna jika harga yang ditetapkan tidak sesuai dengan harga pasar.

Segera Beralih ke Pemasaran Online (Daring)

Era teknologi yang semakin maju telah membuat gaya hidup masyarakat turut berkembang dan semakin internet-savvy.

Belasan tahun silam, ketika belum ada listing online, broker properti menggunakan media seperti koran, tabloid dan bahkan selebaran.

Sekarang, cara kerja broker pun turut berubah. Listing secara konvensional mulai ditinggalkan, dan beralih ke listing online.

Mereka menjadikan promosi melalui media cetak seperti koran, tabloid dan lainnya hanya untuk branding saja.

Penjualan melalui media konvensional boleh tetap ada, namun fokus penjualan lewat online bisa mencapai rata-rata 80% - 90%.

Selain itu, Listing online juga sangatlah mudah dan praktis, sebab Kamu bisa mengunggah list properti dari mana saja dan kapan saja.

Sekarang, broker properti yang tidak mengikuti perkembangan jaman serta tidak memasang listing-nya secara online akan menjadi dinosaurus.


© RenovAsik. 2020 All rights reserved.