Masih Pemula? Inilah 4 Tips Membeli Rumah Tanpa Ada Problema



Saat ini, membeli rumah, apartemen, ruko maupun properti-properti lainnya dari pengembang (developer) memang jauh lebih mudah dan sederhana.

Terlebih lagi, Bank Indonesia (BI) juga menjalankan aturan terkait tentang loan to value (LTV) yang membuat uang muka (Down Payment) menjadi semakin ringan.

Namun, meskipun demikian, bukan berarti membeli rumah atau yang lainnya dari pengembang properti sama sekali tidak memiliki resiko.

Tidak sedikit kasus yang terungkap ke berbagai media massa yang memperlihatkan tindak-tanduk para pengembang nakal yang justru merugikan para pembeli rumah.

Untuk itu, agar Sahabat RenovAsik tetap merasa aman dalam melakukan pembelian rumah, disini ada empat tips yang layak Anda perhatikan dalam melakukan proses pembelian.

Apa saja keempat tips tersebut? Simak baik-baik artikel ini sampai akhir yaa…

Melihat Latar Belakang (Track Record) Pengembang

Pertama-tama, ketahuilah track record dari pengembang (developer), lihat sejarah bisnisnya maupun dengan pihak mana saja mereka bekerja sama.

Apa pasal? Karena dalam dunia penjualan properti, pengembang haruslah didukung pihak perbankan yang menyalurkan kredit konstruksi dan Kredit Pemilikan Rumah (KPR).

Nah, bila mereka telah melakukan kerjasama untuk penyaluran kredit konstruksi (modal kerja) dan KPR, maka bisa dipastikan pihak bank telah melakukan uji kelayakan terhadap pengembang tersebut.

Kelayakan pengembang pun dinilai dari aspek legalitas dan bidang usaha, kemampuan permodalan, perizinan dan hak atas tanah lokasi proyek, konsep yang dibuat, hingga kelayakan dalam pemasaran proyek.

Jika pengembang mendapatkan kredit modal kerja dari sebuah bank, maka Anda sebagai konsumen, alangkah sebaiknya juga menggunakan fasilitas KPR dari bank yang sama, sehingga potensi problema seperti pemecahan sertifikat bisa dikurangi.

Umumnya, pengembang yang baik juga bekerjasama dengan Pejabat Pembuat Akta Tanah (PPAT) atau Notaris. Kedua pihak ini bisa menjadi sumber informasi terpercaya terkait dengan kredibilitas sang pengembang.

Memastikan Status Hak Atas Tanah

Sebelum membeli, Sahabat perlu memastikan tentang status hak atas tanah proyek yang akan Anda miliki, apakah Hak Milik (HM), Hak Guna Bangunan (HGB), Hak Pengelolaan Lahan (HPL) atau Hak Pakai (HP).

Hak Milik (HM) dipegang jika pengembang sudah membeli lahan tersebut, bisa juga dengan cara joint operation atau kerjasama operasi (KSO) dengan pemilik lahan, baik perorangan maupun bersama instansi lain.

Hak Guna Bangunan (HGB) adalah kewenangan yang diberikan oleh pemerintah atau hak untuk menggunakan lahan yang bukan miliknya dengan jangka waktu 30 hingga 75 tahun sesuai kesepakatan.

Pastikan asal persil Hak Guna Bangunan (HGB), apakah dari tanah yang langsung dikuasai oleh negara atau dari HPL. Tanah yang langsung dikuasai oleh negara jauh lebih baik bila dibandingkan dengan HPL.

Apa Alasannya? Karena bila berasal dari HPL, perpanjangan HGB memerlukan persetujuan dari sang pemegang HPL. Disisi lain, Anda juga perlu untuk memperhatikan sisa jangka waktu Hak Guna Bangunan (HGB), masihkah panjang atau sudah hampir berakhir masanya.

Melakukan Perjanjian Pengikatan Jual Beli (PPJB)

Saat proses pemesanan (booking fee), mintalah agar pengembang (developer) untuk mencantumkan secara tertulis dalam surat pemesanan apa saja yang mereka janjikan, contohnya seperti fasilitas, waktu pembangunan dan lain-lain.

Dengan demikian, Anda sebagai calon pembeli akan merasa lebih tenang karena sudah memiliki bukti diatas kertas apabila nantinya pengembang mengingkari janji atau akad.

Sebelum Perjanjian Pengikatan Jual Beli (PPJB) ditandatangani, Anda harus memastikan siapa saja para pihak yang akan menandatangani PPJB ini, termasuk status perusahaan developer, baik sebagai badan hukum atau pribadi.

Beberapa poin yang dicantumkan dalam Perjanjian Pengikatan Jual Beli (PPJB) antara lain adalah harga jual dan biaya lain yang harus ditanggung oleh pembeli, waktu serah terima, spesifikasi bangunan dan beberapa ketentuan lain seperti kewajiban para pihak berikut juga sanksi dan denda.

Satu hal yang perlu Anda perhatikan: Anda haruslah kritis dan teliti saat pembuatan Perjanjian Pengikatan Jual Beli (PPJB). Tanyakanlah hal-hal yang belum Anda mengerti kepada pengembang.

Cek & Ricek Spesifikasi Rumah Disaat Serah Terima

Saat serah terima properti berlangsung dengan pengembang, pastikan semua sudah sesuai dengan apa yang telah dijanjikan. Contohnya, spesifikasi rumah (lokasi, luas, bentuk dan bahan material) sesuai dengan yang tercantum dalam PPJB.

Bila tidak sesuai, Anda sebagai pembeli berhak untuk menolak menandatangani berita acara serah terima properti sebelum pengembang menyelesaikan semua kewajiban sesuai dengan ketentuan PPJB.

Jika pengembang (developer) melakukan wan prestasi atau tidak bersedia memenuhi seluruh kewajiban, maka Anda sebagai pembeli bisa menempuh jalur hukum untuk menyelesaikannya.

Demikian 4 Tips Membeli Rumah Tanpa Ada Problema. Selamat dipraktekkan…

O ya, punya tanah nganggur? Daripada beli, alangkah lebihbaiknya membangun rumah impian Anda sendiri bersama RenovAsik. Bisa Tunai atau cicil lho…


© RenovAsik. 2020 All rights reserved.