Bisnis Sewa Gudang - 3 Sistem Pembayaran Yang Wajib Diketahui Pemilik & Penyewa



Pada saat ini, bisnis penyewaan gudang telah dianggap sebagai salah satu sektor penghasilan yang cukup menjanjikan.

Untuk itu, gudang digadang-gadang sebagai investasi properti jangka panjang dan berpotensi menguntungkan.

Oleh sebab itu, para pemilik gudang harus pintar dalam mengelolanya, supaya properti bisa menghasilkan cuan yang besar.

Namun sebelum memulai, layak diingat, bahwa semua bisnis properti yang besar pastilah juga diawali dari langkah kecil.

Jadi, buang semua pemikiran bahwa memulai bisnis persewaan gudang harus bermodalkan uang ratusan juta.

Alasannya apa? Karena yang terpenting dalam bisnis adalah konsistensi dan tingkat pelayanan yang diberikan kepada calon penyewa.

Selain itu, penting juga bagi pemilik gudang yang baru saja merilis bisnis penyewaan untuk memikirkan sistem pembayarannya.

Umumnya, sesuai dengan kondisi di Indonesia, pemilik gudang akan menggunakan tiga sistem pembayaran untuk penyewaan gudang.

Apa saja ketiga sistem pembayaran tersebut? Mari Sahabat RenovAsik, kita mulai dari yang pertama.

1. Uang Jaminan Sewa

Sebelum gudang disewakan, terlebih dahulu, penyewa wajib memberikan uang jaminan kepada sang pemilik gudang.

2. Pembayaran Penuh

Setelahnya, disaat barang akan dikeluarkan dari gudang, penyewa harus membayar biaya penuh untuk sewa gudang.

3. Pengembalian Jaminan Sewa

Setelah jangka waktu penyewaan habis, pemilik Gudang wajib mengembalikan uang jaminan sewa kepada penyewa.

Demikian tiga sistem pembayaran bisnis sewa Gudang yang umumnya dilakukan di Indonesia. Semoga bermanfaat untuk Sahabat RenovAsik semua yaa...


© RenovAsik. 2020 All rights reserved.