7 Cara Praktis Untuk Menyusun Barang Didalam Gudang



Didalam manajemen gudang, proses menyusun barang menjadi sebuah dasar yang harus dipahami dan diaplikasikan secara baik.

Yes, betul sekali, menyusun barang di gudang harus dilakukan secara efisien dan praktis supaya bisnis Anda bisa cepat berkembang.

Apakah cukup dengan menatanya secara rapi? Mengelompokkan barang sesuai kriteria? Ternyata tidak hanya itu jawabannya.

Karena apa? Simpel aja, masih ada beberapa cara lain dalam menata gudang supaya tertata rapi dan, bahkan bisa meningkatkan pendapatan usaha.

Apakah Sahabat RenovAsik sudah penasaran bagaimana strategi menyusun dan penataan barang secara tepat didalam gudang?

Jika iya, maka Anda bisa langsung menyimak beberapa strateginya dalam ulasan RenovAsik kali ini. Check this out.

1. Membuat Prediksi (Forecast) Persediaan

Cara menyusun barang didalam gudang yang pertama adalah membuat sebuah prediksi jumlah stok barang yang akan tersimpan di gudang.

Apa alasannya? Jika Anda sudah mengetahui dan mengira-ngira berapa jumlah barang di gudang, maka Anda bisa menatanya dengan baik.

Kamu bisa mengakali cara prediksi (forecasting) ini dengan cara mengestimasikan jumlah barang yang ada pada bulan sebelumnya.

Umumnya, jumlah barang yang tersimpan tidak akan berbeda jauh dengan bulan sebelumnya, kecuali menjelang event khusus seperti liburan dan akhir tahun.

2. Memastikan Kerapian Penyimpanan Inventaris

Koordinasi yang baik dalam sebuah perusahaan sangat dibutuhkan dalam mengelola sistem pergudangan dan isinya.

Salah satunya manfaatnya adalah Anda dan perusahaan bisa tetap menjaga kerapihan penyimpanan barang-barang inventaris.

Anda bisa mencoba untuk memisahkan produk sesuai dengan jenis atau kategorinya, serta melabeli rak-raknya untuk memudahkan akses barang.

Selain itu, Anda pun bisa menempatkan produk yang paling laku di rak berbeda dan meletakkannya ditempat yang terjangkau.

Dengan hal ini, potensi kerusakan pada barang pun bisa berkurang dan kualitas produk tetap akan terjaga dengan baik.

3. Memeriksa Stok Gudang Secara Berkala

Hal penting ketiga dalam penyusunan barang di gudang adalah dengan secara rutin memeriksa stok yang ada didalam gudang.

Sangat penting untuk melakukan hal ini untuk produk yang baru masuk kedalam gudang. Hal ini bisa membantu Anda dalam mengidentifikasi barang.

Biasanya, identifikasi ini bisa digunakan para staf Gudang untuk menyortir produk yang cacat atau salah produksi dan barang hilang.

Sebaliknya, pemeriksaan produk secara berkala juga bisa digunakan untuk menyortir produk-produk yang masih dalam kondisi baik dan layak dijual.

4. Menerapkan Analisis ABC

Cara selanjutnya yang bisa dilakukan adalah menggunakan teknik analisis ABC. Sebuah cara yang bisa membantu dalam mengkategorikan barang berdasar prioritas.

Misalnya saja ketika terjadi penambahan stok, pengurangan, atau disaat produk atau barang tidak lagi disimpan didalam gudang.

Jika Anda ingin mengenal apa itu teknik analisis ABC, Kamu bisa melihat pada list yang tertera di bawah ini:

Kategori A, berarti produk bernilai tinggi namun memiliki daya jual rendah.
Kategori B, berarti produk nilai tengah-tengah tetapi nilai jualnya tinggi.
Kategori C, berarti produk yang dijual murah dan tingkat jualnya tinggi.

5. Mengkategorikan Barang Sesuai Jenis

Cara menyusun barang didalam gudang selanjutnya adalah dengan mengkategorikan barang atau produk berdasarkan jenisnya.

Karena umumnya, didalam gudang ada beberapa jenis barang yang tersimpan, jadi Anda harus mengkategorikannya dengan baik.

Contoh sederhananya, misal untuk berbagai peralatan kebersihan, Anda bisa meletakkannya pada rak yang sama.

Sedangkan, untuk di rak yang lainnya, Anda bisa menggunakannya untuk menaruh cairan pembersih dan hal terkait lainnya.

6. Memberi Label Kode Pada Setiap Barang

Salah satu cara efektif untuk menyusun barang didalam gudang adalah dengan memberikan label kode pada setiap barang.

Sebelum memberikan label, alangkahbaiknya Anda memeriksa kualitas barang yang datang dan memberikan kode produk yang berada dalam kondisi baik atau tidak.

Pemberian kode ini sesungguhnya juga bisa membantu para karyawan gudang untuk membedakan barang-barang produksi.

Contohnya, memudahkan mereka dalam membedakan ukuran, maupun warna produk pada jenis barang yang sama.

Dengan adanya label kode ini, maka proses pencarian barang bisa menjadi lebih mudah dan sangat menghemat waktu.

7. Memisahkan Barang Lama Dan Baru

Sudah bukan rahasia lagi jika barang-barang yang ada di perusahaan bukan sepenuhnya barang keluaran baru.

Oleh karena itu, dalam menyusun barang di gudang bisa dilakukan dengan cara memisahkan barang lama dan barang baru.

Benar. Jangan pernah mencampurkan kondisi barang karena akan mempersulit aktivitas memprediksi inventaris dan barang di gudang.

Hal ini juga bisa membantu dalam menganalisa produk yang tidak laku terjual dan bisa meminimalisir kerugian di masa depan.

Disisi lain, dengan cara ini Anda akan lebih mudah memisahkan barang yang sudah memasuki masa kadaluarsa dan memisahkannya.


© RenovAsik. 2020 All rights reserved.