6 Tips Jitu Membangun Bisnis Rumah Kontrakan Yang Ideal



Saat ini, rumah kontrakan atau rumah sewa banyak diminati karena dinilai membawa keuntungan atau profit yang cukup menggiurkan.

Kenapa begitu menggiurkan? Tentu ada alasannya. Menurut data Kementerian PUPR, backlog perumahan masih mencapai 11 jutaan unit jumlahnya.

Di lain sisi, permintaan rumah setiap tahunnya diramalkan mencapai 800 ribuan unit, sedangkan ketersediaan rumah hanya menyentuh angka satu juta setiap tahunnya.

Nah, bagi keluarga yang belum mampu membeli rumah, biasanya mereka memilih untuk tinggal di rumah orang tua atau mengontrak dekat lokasi bekerja.

Ceruk pasar inilah yang menggiurkan untuk digarap, terutama di kawasan yang dekat dengan pusat perbelanjaan, kantor maupun kawasan industri.

Meskipun demikian, sebelumnya, Kamu layak dan perlu memerhatikan beberapa tips penting sebelum membangun rumah kontrakan atau sewa ini.

Lalu, bagaimana tips jitu membangun bisnis rumah kontrakan yang ideal? Langsung saja, simak ulasan terbaru dari RenovAsik berikut ini yaa...

1. Lokasi Ideal

Seperti yang sudah ditulis sebelumnya, temukan lokasi padat penduduk yang dekat dengan sarana perbelanjaan, fasilitas kesehatan, sekolah/universitas serta mudah dalam bertransportasi.

Karena umumnya, peminat rumah kontrakan adalah karyawan pabrik, pekerja kantoran maupun mahasiswa/i. Jadi, lokasi-lokasi yang dekat dengan pusat bisnis maupun kampus menjadi pilihan utama.

2. Survei Peluang

Untuk melihat prospek investasi rumah kontrakan kedepannnya, alangkahbaiknya jika Kamu juga melakukan riset atau survei kecil-kecilan.

Kamu bisa mulai memerhatikan rumah kontrakan atau indekos di wilayah sekitar lokasi. Apakah sudah penuh terisi atau kosong? Jika penuh terisi, maka ada peluang bagi Kamu untuk membuat rumah kontrakan.

3. Amati Kompetitor

Sebagai seorang Pengusaha, tentu Kamu layak untuk mengamati apa yang dilakukan oleh kompetitor. Kamu bisa memerhatikan fasilitas yang diberikan mereka kepada para penyewa yang menempati rumah kontrakan.

Jika kompetitor belum memberikan fasilitas yang mendukung kemudahan penyewa, Kamu bisa menambahkan beberapa fasilitas tambahan yang tidak diberikan ditempat Kamu, misalnya seperti coworking space, akses Internet Wifi dll.

4. Desain Rumah

Desain rumah kontrakan yang menarik tentunya menjadi salah satu pertimbangan bagi calon penyewa untuk memilih sebuah rumah kontrakan.

Desain rumah minimalis yang simpel serta fungsional sangat direkomendasikan oleh RenovAsik, karena desain seperti ini masih digemari oleh kaum milenial.

Faktor pendukung kesehatan pun sangat berpengaruh dan tidak kalah pentingnya. Rumah kontrakan dengan akses pencahayaan dan udara baik, lebih diminati.

5. Harga Sewa

Kamu bisa melihat perbandingan harga sewa dengan mengecek rumah kontrakan kompetitor. Jangan memberikan harga yang terlalu tinggi dibandingkan dengan para pesaing.

Namun, bila rumah kontrakan Kamu memiliki fasilitas yang jauh lebih baik dibandingkan dengan pesaing, Kamu masih bisa menaikkan harga sewa supaya tetap profit.

Umumnya, rental yield yang bisa Kamu peroleh dari bisnis rumah kontrakan berkisar diantara 8% - 10% per tahun dari nilai harga rumah.

6. Total Pengeluaran

Ingatlah untuk menghitung berapa total pengeluaran yang dihabiskan oleh rumah kontrakan untuk bisa mengetahui kisaran harga sewanya.

Hitunglah jumlah pemasukan dan biaya pengeluaran, sehingga bisa terlihat seberapa besar keuntungan yang bisa Kamu dapatkan dengan mengontrakkan rumah tersebut.

Jika suatu hari Kamu menemukan bahwa profit yang Kamu dapatkan tidak sesuai dengan yang diharapkan, mungkin inilah saat yang tepat untuk menaikkan harga sewa.

Demikian enam tips jitu membangun bisnis rumah kontrakan yang ideal. Semoga bermanfaat yaah…

O ya, ngomong-ngomong, apa Kamu tahu, jika saat ini masih besar peluang untuk membangun rumah kontrakan di Jabodetabek?

Dan jika Kamu berniat membangun bisnis rumah kontrakan, RenovAsik akan tunggu kabar baik dari Kamu yaa…


© RenovAsik. 2020 All rights reserved.