6 Masalah Atap Rumah Dan Cara Praktis Untuk Mengatasinya



Kami yakin, semua Sahabat disini pasti sudah tahu yaa jika atap adalah salah satu bagian terpenting dari sebuah rumah hunian.

Tanpanya, saat cuaca panas, Anda akan kepanasan. Saat dingin, Anda akan kedinginan. Saat hujan, Anda akan basah kehujanan.

Benar sekali. Atap rumah memang difungsikan sebagai penahan segala cuaca, meminimalisir tampias hujan dan menghambat gerak angin kencang. 

Namun, tentu saja seiring dengan berjalannya waktu, atap pun bisa rusak atau bocor, dampaknya, bisa mengakibatkan ketidaknyamanan bagi penghuninya.

Untuk itu, RenovAsik telah merangkum enam masalah umum yang sering terjadi pada atap rumah dan cara praktis untuk menanganinya.

Apa saja keenam masalah atap tersebut? Mari kita telaah dari yang pertama.

1. Atap Rumah Bocor

Perubahan cuaca yang ekstrem bisa membuat atap rumah menjadi mudah pecah dan semen bubungan menjadi retak.

Oleh karena itu, setiap semen bubungan pada atap perlu dicek secara rutin, terutama pada bagian pertemuan bentuk atap dan talang. 

Nah, untuk mencegah terjadinya kebocoran, Anda bisa melapisi sambungan genteng, bubungan dan talang dengan waterproofing.

2. Rangka Atap Yang Keropos

Tetesan rembesan air dari sela-sela genteng maupun talang adalah salah satu penyebab utama rangka atap menjadi keropos.

Jika kerusakannya parah, cara memperbaikinya adalah dengan mengganti rangka atap secara total atau menyeluruh. 

Namun, jika kerusakan tergolong kecil, misal hanya pada reng atau kaso, Anda dapat memperbaiki dan mengganti bagian yang rusak saja.

3. Bubungan Yang Retak

Cuaca ekstrem yang tidak dapat diprediksi bisa merusak bubungan atap. Dan cara untuk membenahinya adalah dengan meminimalkan sambungan atap seperti bubungan dan jurainya.

Ukuran jurai atau bubungan baiknya tidak terlalu tinggi, karena bisa memunculkan celah yang dapat mengundang air masuk kedalam sela-sela rumah.

Disisi lain, Anda pun bisa meng-aplikasikan penggunaan lembaran khusus yang tahan air, lunak dan lentur di atas permukaan bubungan.

4. Atap Yang Landai

Atap yang landai bisa memicu air menjadi turun dengan lambat, lambat laun hal ini dapat membuat air berkumpul dalam beton dan merembes.

Sudah selayaknya desain atap mengikuti syarat kemiringan yang ideal untuk rumah hunian, yaitu berkisar antara 30 hingga 40 derajat.

Ukuran ini merupakan batas kemiringan yang ideal bagi rangka atap, supaya bisa menahan penutup atap dengan baik sehingga air yang jatuh bisa langsung turun ke tanah.

5. Retakan Rambut Pada Dak Beton

Perubahan cuaca dingin maupun panas yang terjadi secara terus menerus akan menjadikan dak beton mengalami keretakan halus.

Namun, retakan sekecil apa pun pastinya akan membuat air menjadi mudah untuk masuk melalui sela-sela permukaan beton.

Problema ini bisa diatasi dengan memperhatikan komposisi dari campuran beton dan proses pengecoran. Alasannya sederhana, karena dua hal inilah yang menentukan kualitas beton untuk rumah hunian Anda.

Jika keretakan rambut pada dak beton sudah terjadi, solusinya, Anda bisa menggunakan waterproofing dan melapisinya pada seluruh permukaan atap rumah.

6. Area Loteng Yang Panas

Bagi Anda yang menjadikan area loteng sebagai ruang untuk beraktivitas atau beristirahat. Tentunya kondisi ruang yang panas akan sangat menggangu kenyamanan Anda.

Solusinya, suhu panas didalam area loteng dapat diredam dengan melakukan ventilasi silang.

Misalnya, Anda bisa memodifikasi lubang angin dan membuat rongga di bawah genteng.


© RenovAsik. 2020 All rights reserved.