5 Faktor Penting Yang Layak Dipertimbangkan Saat Membangun Rumah Tahan Gempa



Gempa bumi berpotensi terjadi tanpa memandang waktu dan lokasi, tidak hanya di berbagai kota di Indonesia, berbagai tempat dibelahan penjuru dunia pun bisa mengalaminya. Di Indonesia sendiri, mungkin ada sebagian besar Sahabat Renovasik disini yang masih mengingat peristiwa 15 tahun lalu, disaat gempa berkekuatan 5.9SR mengguncang kota Yogyakarta dan bahkan meluluhlantakkan ratusan ribu rumah dan gedung perkantoran. Ngeri….

Lokasi Indonesia yang terletak diantara tiga lempeng utama dunia, yaitu Lempeng Pasifik, Lempeng Eurasia dan Lempeng Australia serta lokasi yang berada di posisi Ring of Fire menjadikan negara kita yang tercinta ini kerapkali diterpa gempa bumi.

Oleh karenanya, sebagai calon pemilik rumah, ataupun yang sudah memilikinya kita pun wajib untuk mengantisipasi resiko akibat gempa ini. Yes, salah satunya dengan cara mendirikan rumah yang tahan gempa untuk meminimalkan kerusakan dan melindungi keluarga dan orang-orang yang kita sayangi.

Tentunya, ada beberapa karakter yang harus dimiliki rumah tahan gempa. Dilansir dari laman Safetymanagement.eku.edu, inilah lima faktor penting yang layak Anda pertimbangkan dalam membangun rumah tahan gempa:

Faktor Kekuatan

Disaat membuat desain rumah tahan gempa, para pekerja bangunan professional pastinya lebih mengutamakan kekuatan rumah yang mumpuni dan memadai, baik secara vertikal maupun lateral.

Struktur rumah cenderung mengalami gerakan secara vertikal yang disebabkan oleh gempa dibanding gerakan horizontal atau lateral.

Ini artinya, meski tanpa mempertimbangkan resiko gempa bumi yang akan dialami, sudah selayaknya pekerja bangunan professional tetap berfokus pada kekuatan vertikal dari suatu bangunan.

Karena jika tidak dibangun secara tepat, bangunan rumah akan dengan cepat menjadi tidak stabil kondisinya dan berpotensi ambruk.

Faktor Keseimbangan

Faktor ini mengacu pada gerak lateral suatu bangunan. Para pekerja bangunan dan setiap designer professional pastilah menginginkan supaya rumah melakukan gerakan yang sama tanpa ada kekuatan yang berlebih disalah satu sisinya.

Jika rumah memiliki kekokohan yang tidak seimbang, maka bagian yang lemah akan kalah disaat rumah terkena goncangan.

Kelemahan inilah yang akan memengaruhi suatu bangunan serta membahayakan struktur rumah secara menyeluruh.

Faktor Keselamatan

Faktor keselamatan adalah hal penting ketiga disaat Anda berniat merancang rumah tahan gempa. Meskipun dalam praktek dilapangan, akan membuat Anda sebagai pemilik rumah harus menambah budget untuk konstruksi.

Namun, kelebihan ini akan memiliki nilai lebih tersendiri jika suatu saat terjadi suatu bencana seperti gempa dan lain-lain.

Menurut para ahli, distribusi material secara menyeluruh dan merata di seluruh struktur bangunan rumah merupakan faktor penting untuk keselamatan.

Faktor Fondasi Yang Stabil

Fondasi yang stabil merupakan faktor utama dalam mendirikan rumah tahan gempa.

Fondasi yang kuat dibutuhkan untuk daya tahan rumah dalam menghadapi gempa yang kuat. Selain itu, juga sangat penting untuk keberlangsungan rumah dalam jangka waktu panjang. Tahan lama.

Setiap lokasi memiliki karakter dasar tanah yang berbeda-beda, hal inilah yang menentukan bagaimana fondasi suatu bangunan perlu diperkuat.

Sebelum membangun, biasanya para arsitektur dan designer mengamati terlebih dahulu akan reaksi tanah dan bagaimana pergerakannya.

Rumah yang dirancang tahan gempa sudah selayaknya memiliki fondasi dan tiang pancang yang dalam. Untuk membuatnya stabil, fondasi harus terhubung satu sama lain sehingga pergerakannya menjadi satu kesatuan.

Faktor Fondasi Yang Saling Terhubung

Komponen struktural maupun nonstruktural dari suatu rumah yang terikat pada satu fondasi yang stabil harus saling terhubung supaya bisa menghilangkan gaya inersia.

Para pekerja bangunan, arsitek maupun insinyur sudah sepantasnya dapat menentukan beberapa titik penting yang terbagi rata disaat mendesain suatu rumah untuk menghubungkannya satu sama lain.

Karena, jika struktur bangunan tidak saling terhubung dan terikat, masing-masing komponennya akan bergerak sendiri dan lebih mudah roboh.

Tentunya Anda tidak ingin itu terjadi kan?


© RenovAsik. 2020 All rights reserved.