4 Hal Yang Harus Diperhatikan Saat Bekerjasama Dengan Arranger Dalam Membebaskan Lahan



Membebaskan lahan kadang menjadi rintangan dalam membangun properti, terlebih lagi untuk proyek yang membutuhkan lahan yang berukuran luas.

Tidak hanya developer, pemerintah pun kerap kesulitan dalam membebaskan lahan untuk proyek-publik, sehingga diperlukan tips dan trik khusus.

Nah, kalau berbicara tentang pembebasan lahan, ada beberapa problema yang kerap dihadapi oleh para developer, diantaranya tentang kenaikan harga tanah.

Apa pasalnya? Lonjakan nilai harga lahan secara tiba-tiba dapat disebabkan oleh kebocoran informasi tentang rencana pembangunan proyek properti.

Hal ini menjadikan pemilik lahan atau tanah setempat jadi memasang harga yang cukup tinggi untuk tanah atau rumah yang dimilikinya.

Selain itu, kenaikan nilai harga lahan pun juga bisa terjadi disebabkan karena tanah telah dikuasai oleh para spekulan tanah.

Umumnya, mereka mempunyai posisi tawar yang lebih tinggi dan tidak akan menjual tanah sampai mencapai batas harga tertentu.

Lalu apa solusinya?

Seorang praktisi hukum properti, Erwin Kallo, didalam bukunya yang berjudul “Aplikasi Hukum dalam Bisnis Properti”, memberikan tips dalam membebaskan lahan, yaitu dengan menyerahkan proses pembebasan tanah kepada pihak ketiga, yaitu arranger.

Lewat arranger, harga lahan bisa diprediksi, sebab rata-rata nilai harga tanah sudah disepakati sebelumnya.

Namun, tentu saja tetap ada hal penting yang harus diperhatikan dalam melakukan perjanjian kerjasama dengan arranger ini.

Apa saja keempat hal tersebut? Daripada bertanya-tanya, langsung simak ulasan yang telah RenovAsik rangkum dibawah ini sampai tuntas.

1. Arranger haruslah bertanggungjawab untuk membebaskan lahan secara penuh, alias tidak sebagian atau terpencar-pencar.

2. Pembayaran dilakukan sesuai dengan jumlah pembebasan dengan nilai retensi tertentu yang telah disepakati.

3. Pembayaran dilakukan kepada arranger sesudah dilakukan legal audit terhadap dokumen pembebasan oleh konsultan hukum ahli. Hal ini untuk memastikan keabsahan guna mencegah permasalahan hukum di kemudian hari.

4. Arranger wajib bertanggungjawab atas kebenaran dokumen pembebasan. Untuk itu, seorang arranger wajib memberikan jaminan sampai beberapa bulan ke depan setelah terbitnya sertifikat atas nama developer.

Akhir kata, semoga bermanfaat bagi Sahabat RenovAsik yang berprofesi atau berniat menjadi seorang developer yaaa….


© RenovAsik. 2020 All rights reserved.